Kasrem 174/ATW Pimpin Pembinaan Ideologi Pancasila untuk Babinsa di Merauke
MERAUKE – Dandim 1707/Merauke Letkol Inf Bayu Prabowo, S.I.P., bersama Perwira Staf dan puluhan Babinsa Kodim 1707/Merauke mengikuti kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila yang dilaksanakan Wilayah Korem 174/ATW TA 2026 di Aula Anim Ha, Makodim 1707/Merauke pada Senin (24/8/2026).
Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kasrem 174/ATW Kolonel Inf Wing Sandya Udayanto, S.E., dengan tema “Penguatan Pembinaan Ideologi Pancasila dalam Mendukung Implementasi Asta Cita Pemerintah Menuju Indonesia Maju.”
Dalam arahannya, Kolonel Inf Wing Sandya Udayanto menegaskan hakikat Pancasila sebagai ideologi bangsa dan landasan moral yang harus hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Menurutnya, pembinaan harus direncanakan, berkesinambungan, terukur, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat melalui peran aktif satuan komando kewilayahan.
Kasrem menambahkan bahwa pengendalian, pemantauan, dan evaluasi harus dilakukan agar pembinaan di tingkat Kodim dan Koramil berdampak nyata. Ia meminta setiap Satkowil menyusun strategi pembinaan yang adaptif terhadap kondisi sosial, budaya, dan geografis wilayah dengan melibatkan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, unsur pendidikan, serta memanfaatkan media komunikasi dan media sosial secara positif.
Staf Khusus Bupati Merauke Bidang Polkam, Drs. Ramadayanto, M.Si., memberikan materi tentang Ketahanan Nasional yang menyatakan ketahanan sebagai kondisi dinamis bangsa yang mencerminkan keuletan dan ketangguhan menghadapi ancaman, gangguan, dan hambatan. Ia juga membahas fungsi ketahanan nasional, dukungan terhadap delapan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, serta penguatan aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan.
Pembinaan ini diharapkan meningkatkan peran Babinsa Kodim 1707/Merauke sebagai garda terdepan dalam pembumian Pancasila lewat penguatan Kampung Pancasila, penegakan hukum yang adil, kepedulian sosial, pelestarian budaya, dan semangat gotong royong.(1707)
