TNI AD

TNI Pantau dan Evakuasi Warga Terdampak Luapan Sungai Lae Soraya di Aceh Selatan

ACEH SELATAN – Luapan Sungai Lae Soraya menyebabkan banjir yang memengaruhi 15 kepala keluarga (KK) atau 35 jiwa di Desa Lhok Raya, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan pada Rabu (28/10/2026). Sebanyak lima KK yang berjumlah 15 jiwa memilih mengungsi ke musala Kompi 2 Brimob Pelopor sebagai langkah antisipasi apabila air terus meninggi.

Peristiwa banjir terjadi sekitar pukul 10.30 WIB setelah Sungai Lae Soraya atau Sungai Gelombang di Kota Subulussalam meluap. Genangan merendam jalan menuju Desa Lhok Raya sepanjang kurang lebih 200 meter dengan ketinggian 20 hingga 40 sentimeter, sementara air masuk ke 15 rumah warga setinggi sekitar 50 sentimeter.

Kodim 0107/Aceh Selatan melalui Babinsa langsung turun membantu warga yang terdampak. Personel membantu memindahkan barang berharga dan perlengkapan rumah tangga ke tempat yang dianggap aman serta terus memantau kondisi permukiman untuk mengantisipasi perkembangan banjir.

Dandim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., menginstruksikan agar seluruh jajaran, terutama Babinsa di wilayah terdampak, meningkatkan kesiapsiagaan dan memperketat pemantauan ketinggian air serta kondisi warga. Ia juga meminta agar koordinasi dengan pemerintah kecamatan, aparatur desa, dan unsur terkait terus dilakukan agar penanganan cepat menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Utamakan keselamatan masyarakat. Saya instruksikan seluruh personel di wilayah agar terus memantau perkembangan kondisi air, membantu warga yang membutuhkan evakuasi, serta memastikan masyarakat yang berada di lokasi rawan segera diarahkan ke tempat yang lebih aman apabila debit air terus meningkat,” tegas Dandim.

Dalam proses bantuan, Babinsa mendata rumah terdampak, jumlah masyarakat yang terkena banjir, serta potensi kerugian material. Data ini akan diperbarui sebagai acuan penanganan berikutnya. Warga diimbau tetap tenang, tingkatkan kewaspadaan, dan segera menuju tempat aman bila air naik.

Pemantauan berkala diperlukan untuk mengantisipasi meluasnya genangan dan gangguan akses transportasi. Dandim menekankan agar seluruh personel tetap siaga dan responsif dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi darurat akibat bencana alam.

Hingga laporan awal diterima, belum ada laporan korban jiwa. Meski demikian, kondisi di Desa Lhok Raya masih memerlukan pemantauan berkelanjutan untuk memastikan keselamatan warga dan mengantisipasi perubahan ketinggian air.(Pr012).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *